
Di sini kami akan berbagi salah satu pengalaman kami mengikuti kegiatan Modul Nusantara di universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yaitu kegiatan Kebhinekaan.Kami sebagai mahasiswa pendatang yang belum pernah explore kota Medan dan sekitarnya. Jadi, saya juga sangat menikmati kegiatan-kegiatan kunjungan yang sudah dijadwalkan pada modul nusantara (itung-itung menyelam sambil minum air ). Salah satunya adalah kunjungan ke masjid raya Al mashun yang ada di Medan.Masjid Raya AL-MASHUN dibangun oleh Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah pada tahun 1906. Arti dari nama al mashun adalah terpelihara yang di resmiskan pada jumat, 10 September 1909. Arsitektur masjid ini dibangun dengari berbagai corak arsitektur Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Desainnya dari Belanda. Masjid ini mempunyai 7 pintu yang berarti 7 hari dalam 1 minggu dan 2 menara yang menjulang tinggi, 2 buah mimbar depan dan belakang, 5 buah Kutia, yang bermakna 5 waktu sholat. Tujuan sultan membangun masjid ini, untuk tempat ibadah dan pusat pendidik

masih seputar pengalaman kami mengikuti kegiatan Modul Nusantara di universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yaitu kegiatan Kebhinekaan.Kami sebagai mahasiswa pendatang yang belum pernah explore kota Medan dan sekitarnya. Jadi,Kami juga sangat menikmati kegiatan-kegiatan kunjungan yang sudah dijadwalkan pada modul nusantara . Salah satunya adalah kunjungan ke Istana Maimun.Istana maimun dibangun tahun 1888 karena ada perintah Sultan Deli ke-9 yaitu Sultan Mahmud Al-Rasyid. Pembangun istana ini selesai pada 1891. Dinamakan Istana Maimun bertujuan menghormati permaisuri Sultan yang bernama Maimun, Istana Maimun menerapkan gaya arsitektur Melayu, Bali, dan Eropa pada desain istananya. Memiliki 30 ruangan yang salah satunya terdapat Ruangan pertama ruangan depan sebagai penerimaan tamu.








