February 6, 2023

BENAHI PERMASALAHAN AKADEMIK SSDI KUNJUNGI FKIP

Cilacap, permasalahan akademik yang ada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan memerlukan penanganan dari pihak Universitas khususnya bagian SSDI akademik. Beberapa permasalahan yang timbul adalah mahasiswa yang memutuskan bertobat di pertengahan semester. Hal tersebut berimbas pada penumpukan jumlah SKS pada sistem.  Perapihan harus dilakukan agar tidak terjadi penumpukan yang mengakibatkan beban berlebih. Kendala yang di hadapi adalah proses perapihan harus di sesuaikan dengan periode perbaikan nilai yang di buka oleh sistem PDDikti. Bagian SSDI akademik baru bisa melakukan pembenahan jika sistem di buka dan hak akses di perbolehkan oleh PDDikti jika tidak pihak SSDI Akademik tidak bisa melakukan perapihan kecuali melampirkan surat permohonan pembukaan periode sistem nilai disertakan dengan alasannya. Maka akan menjadi tidak lucu dan teramat sangat tidak lucu jika alasannya adalah mahasiswa memutuskan untuk bertobat di masa akhir studi.

Berdasarkan hal tersebut pihak SSDI akademik Universitas memutuskan untuk melakukan kunjungan ke setiap Fakultas, Untuk FKIP kunjungan dilakukan sebanyak dua kali pada minggu ini. Dalam sambutannya ibu Dekan Wahyu Nuning Budiarti menyampaikan kepada pak Fajar selaku SSDI Akademik agar meluangkan waktunya memperbaiki permasalahan akademik yang ada di Fakultas KIP.

SSDI akademik menyampaikan bahwa  selain perapihan mata kuliah, data dasar mahasiswa harus diperhatikan. Adapun hal yang harus diperhatikan adalah Nama, Agama, Nama ibu kandung, Tanggal Lahir, serta jenis Kelamin. Karena kesalahan pada data dasar tersebut tidak bisa diperbaiki dari akun mahasiswa tetapi harus memperoleh perijinan dari PDdikti untuk akses Edit dengan melampirkan 5 dokumen yaitu Kartu keluarga, Akta kelahiran, KTP, Ijazah terakhir serta surat permohonan dari Rektor. Selain data tersebut data lain yang wajib diperhatikan oleh Mahasiswa adalah NIK dan NISN. Untuk menyelesaikan masalah tersebut pihak Fakultas membuat form perbaikan biodata mahasiswa yang dapat diakses di website fakultas.

Lebih lanjut di jelaskan bahwa untuk mendapatkan PIN atau penomoran ijazah nasional. Dikutip dari sevima.com Penomoran Ijazah Nasional (PIN) merupakan suatu sistem penomoran ijazah yang diberlakukan secara nasional. PIN sendiri menggunakan format penomoran tertentu yang mana dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Data yang harus diperhatikan agar mahasiswa mendapatkan PIN adalah NIK, Nama Ibu Kandung, Jumlah sks minimal 120 dan IPK minimal 2.00. Kroscek harus dilakukan untuk mendaklanjuti data mahasiswa yang tidak eligible.

Proses kroscek dilakukan bersama dengan Kaprodi dari masing-masing Prodi serta dengan staf Fakultas.  Untuk Prodi BK proses kroscek berlangsung cukup lancar mengingat mahasiswa yang bermasalah relatif sedikit. PR terbanyak dan terruwet adalah Prodi PGSD. Kaprodi PGSD dan SSDI serta staf Fakultas sempat geleng-geleng kepala pada saat proses perapihan. Mahasiswa PGSD yang memutuskan bertobat mepet limit waktu studi sepertinya kompak untuk membuat Ruwet Kaprodi PGSD yaitu Bapak Mawan Akhir Riwanto. Beruntung mereka diberikan kesempatan oleh Bapak Mawan untuk mengejar ketinggalan. Kesabaran kaprodi kembali di uji pada saat proses perapihan ada banyak faktor yang harus diperhatikan yaitu banyaknya SKS di semester pendek yang boleh diambil dengan jumlah SKS tersisa.  Kedepannya harapan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tidak ada lagi mahasiswa yang melakukan hal tersebut. karena sesuai peribahasa rusak susu sebelanga oleh nila setitik, kemalasan masahasiswa mengakibatkan keruwetan semua pihak.